Main Menu
HOME
ABOUT US
P O R T F O L I O - PHOTO
PRICE LIST
LOCATION
OUR TEAM
e - MAGAZINE
TESTIMONIAL
CONTACT US
Head Line News
Login Form





Lost Password?
>> CLINIC Make Up <<
Jika ada yang ingin anda tanyakan seputar Make UP, silakan klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan kepada kami.
Who's Online
HOME arrow e - MAGAZINE arrow Prosesi Perkawinan Adat BATAK
Prosesi Perkawinan Adat BATAK
Article Index
Prosesi Perkawinan Adat BATAK
Page 2
Page 3


D. MARTUMPOL

Pewartaan atau pengumuman pernikahan melalui institusi agama (gereja). Bila di gereja HKBP disebut tingting dan dilakukan setidaknya 2 kali dalam 2 minggu berturut-turut. Bila tidak ada pihak yang berkeberatan  maka pernikahan dapat diselenggarakan.

E. MARTONGGO RAJA DAN MARIA RAJA

Seusai martumpol, dilakukan  pembicaraan yang membahas lebih detail lagi prosesi adat hari H di rumah masing-masing pihak yang disebut martonggo raja (di tempat keluarga parboru) dan maria raja (di keluarga paranak).

F. HARI PERNIKAHAN

MARSIBUHA-BUHAI

Pagi hari rombongan paranak datang menjemput calon pengantin wanita dengan membawa makanan adat na margoar / sangsang (babi atau kerbau) dan pihak parboru menyediakan dengke (ikan mas),sebagai tanda permulaan ikatan berbesanan (mamurihai partondongan). Seluruh keluarga pun makan pagi bersama, dan setelahnya orang tua parboru memimpin doa dan memberangkatkan pengantin ke rumah ibadah untuk pemberkatan.

PAMASU-MASUON  (pemberkatan nikah)

Pemberkatan dilakukan di tempat Gereja dan Selanjutnya dilakukan pencatatan sipil.

MARUNJUK (pesta adat)

Kedua belah pihak keluarga saling menyerahkan tanda makanan adat. Pihak paranak menyerahkan tudu-tudu ni sipanganon (pinahan lobu/babi atau kerbau utuh yang telah dipotong dan disusun menjadi beberapa bagian) pada pihak parboru, dan sebaliknya pihak parboru menyerahkan dengke simudur-mudur (ikan mas).

Pembagian Jambar

Makan bersama yang dilanjutkan dengan bersepakat tentang pembagian jambar juhut (tanda makanan adat yang berasal dari tudu ni sipanganon) di mana tiap potongan daging dibagi-bagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Tumpak
Pada saat pembagian berkat daging, pihak paranak mengumpulkan sumbangan gugu dan tumpak dari semua kerabat, kemudian pengantin perempuan dipersilakan untuk memungut (manjomput) sumbangan yang terkumpul untuk dirinya dan selebihnya diserahkan kepada orang tua paranak.

 


 
< Prev   Next >